RSS

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Uncategorized

 

ONE TIME

Me plus you, I’ma tell you one time
Me plus you, I’ma tell you one time
Me plus you, I’ma tell you one time
One time, one time

When I met you girl my heart went knock knock
Now them butterflies in my stomach won’t stop stop
And even though it’s a struggle love is all we got
And we gon’ keep keep climbing to the mountain top

Your world is my world
And my fight is your fight
My breath is your breath
And your heart

And girl you’re my one love, my one heart
My one life for sure
Let me tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

And I’ma be your one guy
You’ll be my #1 girl
Always making time for you
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

You look so deep, you know that it humbles me
You’re by my side, them troubles them not trouble me
Many have called but the chosen is you
Whatever you want shawty I’ll give it to you

Your world is my world
And my fight is your fight
My breath is your breath
(From: http://www.elyrics.net/read/j/justin-bieber-lyrics/one-time-lyrics.html)
And your heart

And girl you’re my one love, my one heart
My one life for sure
Let me tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

And I’ma be your one guy
You’ll be my #1 girl
Always making time for you
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

Shawty right there
She’s got everything I need
And I’ma tell her one time
Give you everything you need down to my last dime

She makes me happy
I know where I’ll be
Right by your side
‘Cause she is the one

And girl you’re my one love, my one heart
My one life for sure
Let me tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

And I’ma be your one guy
You’ll be my #1 girl
Always making time for you
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)
I’ma tell you one time
(Girl, I love, girl I love you)

Me plus you, I’ma tell you one time
Me plus you, I’ma tell you one time
Me plus you, I’ma tell you one time
One time, one time

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Uncategorized

 

SOMEBODY TO LOVE-JB

Ohhhhh ohoooooo
For you i’d write a syphoney!

I’d tell the violin
It’s time to sink a swim
Watchn’ play for yaaaa!

For you i’d be
Wohaaa
But in a thousand miles just get you where you are

Step to the beat of my heart.
I don’t need a whole lot
But for you I need I

I’d rather give you the world
Or we can share mine!
I know that I won’t be the first one given you all this attention

But Baby listen,

I just need somebody to love

I-I
I don’t need to much

Just need Somebody to love.
(just need sombody to love)

I don’t need nothing else,
I promise girl I swear.
I just need somebody to love.

(I need somebody I-I need somebody
I need somebody I-I need somebody)

Everyday I bring the sun around,
I sleep away the clouds.
Smile for me (Smile for me)

I would take,
Every second,
Every single time spend it like my last dime.
Step to the beat of my heart.

I don’t need a whole lot
But for you I need I
I’d rather give you the world
Or we can share mine!

I know I won’t be the first one,
Given you all this attention.
Baby listen!
Justin Bieber Somebody To Love lyrics found on http://www.directlyrics.com/justin-bieber-somebody-to-love-lyrics.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2011 in Uncategorized

 

kdpk



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. LATAR BELAKANG

Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing), darah, sputum (dahak), atau sample dari hasil biopsy. (www.dokter.indo.net.id).

 

Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu:

  1. Pra intrumentasi       : sebelum pemeriksaan
  2. Instrumentasi              : saat pemeriksaan (analisa)
  3. Pasca instrumentasi  : saat menulis hasil pemeriksaan

 

Namun masih banyak sebagian orang yang belum mengetahui tentang pemeriksaan laboratorium ini seperti, persiapan, prosedur, ataupun pasca pemeriksaan. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai pemeriksaan laboratorium. Diharapkan makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua, amin.

 

1.2. TUJUAN PENULISAN

 

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

  • Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari makalah ini adalah menambah pengetahuan tentang “PEMERIKSAAN LABORATORIUM”.

  • Tujuan Umum

1. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah KDPK,

2. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. PENGERTIAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 

Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing), darah, sputum ( dahak ), atau sample dari hasil biopsy. (www.dokter.indo.net.id).

 

2.2. TUJUAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Adapun beberapa tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut.

1. Mendeteksi penyakit
2. Menentukan risiko
3. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis

4. Konfirmasi pasti diagnosis

5. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis

6. Membantu pemantauan pengobatan

7. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit

8. Memantau perkembangan penyakit

9. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai danpotensial membahayakan

10. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit

 

2.3. PRA INSTRUMENTASI

Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas, pasien dan dokter. Hal ini karena tanpa kerjasama yang baik akan mengganggu/mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

(www.dokter.indo.net.id)

Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi meliputi:
1. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir laboratorium.
2. Persiapan penderita
3. Persiapan alat yang akan dipakai
4. Cara pengambilan sample
5. Penanganan awal sample (termasuk pengawetan) dan transportasi.

 

1. Pemahaman Instruksi dan Pengisian Formulir

Pada tahap ini perlu diperhatikan benar, apa yang diperintahkan oleh dokter dan dipindahkan ke dalam formulir. Hal ini penting untuk menghindari pengulangan pemeriksaan yang tidak penting, membantu persiapan pasien sehingga tidak merugikan pasien dan menyakiti pasien. Pengisian formulir dilakukan secara lengkap meliputi identitas pasien: nama, alamat/ruangan, umur, jenis kelamin, data klinis/diagnosa, dokter pengirim, tanggal dan kalau diperlukan pengobatan yang sedang diberikan. Hal ini penting untuk menghindari tertukarnya hasil ataupun dapat membantu intepretasi hasil terutama pada pasien yang mendapat pengobatan khusus dan jangka panjang.

 

2. Persiapan Penderita

a. Puasa

Dua jam setelah makan sebanyak kira-kira 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume plasma, sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. Perubahan volume plasma akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel darah.

 

b. Obat

Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi misalnya : asam folat, Fe, vitamin B12 dll. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil, sedang adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Pemberian transfusi darah akan mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah tepi maupun penilaian hemostasis. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil pemeriksaan hemostasis.
c. Waktu Pengambilan

Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari terutama pada pasien rawat inap. Kadar beberapa zat terlarut dalam urin akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas perintah dokter.

Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan pasien dan memerlukan penanganan segera disebut pemeriksaan sito. Beberapa parameter hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum menunjukkan variasi diurnal, hasil yang dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan. Kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 µg/dl. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi.

d. Posisi pengambilan

Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10 % demikian pula sebaliknya. Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa yang akan dikerjakan sebagai sopan santun atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya tidak merasa asing atau menjadi obyek.

 

3. Persiapan Alat yang Akan Dipakai

1. Persiapan Alat

Dalam mempersiapkan alat yang akan digunakan selalu diperhatikan instruksi dokter sehingga tidak salah persiapan dan berkesan profesional dalam bekerja.

2. Pengambilan Darah

Yang harus dipersiapkan antara lain, kapas alkohol 70 %, karet pembendung (torniket), spuit sekali pakai umumnya 2.5 ml atau 5 ml, penampung kering bertutup dan berlabel. Penampung dapat tanpa anti koagulan atau mengandung anti koagulan tergantung pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Kadang-kadang diperlukan pula tabung kapiler polos atau mengandung antikoagulan.

 

3. Penampungan Urin

Digunakan botol penampung urin yang bermulut lebar, berlabel, kering, bersih, bertutup rapat dapat steril ( untuk biakan ) atau tidak steril. Untuk urin kumpulan dipakai botol besar kira-kira 2 liter dengan memakai pengawet urin.

 

4. Penampung khusus

Biasanya diperlukan pada pemeriksaan mikrobiologi atau pemeriksaan khusus yang lain. Yang penting diingat adalah label harus ditulis lengkap identitas penderita seperti pada formulir termasuk jenis pemeriksaan sehingga tidak tertukar.

 

4. Cara pengambilan sample

Pada tahap ini perhatikan ulang apa yang harus dikerjakan, lakukan pendekatan dengan pasien atau keluarganya sebagai etika dan sopan santun, beritahukan apa yang akan dikerjakan. Selalu tanyakan identitas pasien sebelum bekerja sehingga tidak tertukar pasien yang akan diambil bahan dengan pasien lain. Karena kepanikan pasien akan mempersulit pengambilan darah karena vena akan konstriksi. Darah dapat diambil dari vena, arteri atau kapiler.

Syarat mutlak lokasi pengambilan darah adalah tidak ada kelainan kulit di daerah tersebut, tidak pucat dan tidak sianosis. Lokasi pengambilan darah vena : umumnya di daerah fossa cubiti yaitu vena cubiti atau di daerah dekat pergelangan tangan. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah vena yang dipilih tidak di daerah infus yang terpasang/sepihak harus kontra lateral.

Darah arteri dilakukan di daerah lipat paha (arteri femoralis) atau daerah pergelangan tangan (arteri radialis). Untuk kapiler umumnya diambil pada ujung jari tangan yaitu telunjuk, jari tengah atau jari manis dan anak daun telinga. Khusus pada bayi dapat diambil pada ibu jari kaki atau sisi lateral tumit kaki.

5. Penanganan Awal Sampel dan Transportasi

Pada tahap ini sangat penting diperhatikan karena sering terjadi sumber kesalahan ada disini. Yang harus dilakukan :
1) Catat dalam buku ekspedisi dan cocokan sampel dengan label dan formulir. Kalau sistemnya memungkinkan dapat dilihat apakah sudah terhitung biayanya (lunas).
2) Jangan lupa melakukan homogenisasi pada bahan yang mengandung antikoagulan
3) Segera tutup penampung yang ada sehingga tidak tumpah
4) Segera dikirim ke laboratorium karena tidak baik melakukan penundaan
5) Perhatikan persyaratan khusus untuk bahan tertentu seperti darah arteri untuk analisa gas darah, harus menggunakan suhu 4-8° C dalam air es bukan es batu sehingga tidak terjadi hemolisis.

Harus segera sampai ke laboratorium dalam waktu sekitar 15-30 menit. Perubahan akibat tertundanya pengiriman sampel sangat mempengaruhi hasil laboratorium. Sebagai contoh penundaan pengiriman darah akan mengakibatkan penurunan kadar glukosa, peningkatan kadar kalium. Hal ini dapat mengakibatkan salah pengobatan pasien.

Pada urin yang ditunda akan terjadi pembusukan akibat bakteri yang berkembang biak serta penguapan bahan terlarut misalnya keton. Selain itu nilai pemeriksaan hematologi juga berubah sesuai dengan waktu.

 

 

 

 

2.4. PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN

 

1. Pemeriksaan Darah

 

A. Tempat Pengambilan Darah

1) Perifer (pembuluh darah tepi)

2) Vena

3) Arteri

4) Orang dewasa di ambil pada ujung jari atau daun telinga bagian bawah

5) Bayi dan anak kecil dapat diambil pada ibu jari kaki, tumit, atau daerah kepala

 

B. Persiapan Alat

1)      Lanset darah atau jarum khusus

2)      Kapas alkohol

3)      Kapas kering

4)      Alat pengukur Hb/ kaca objek/ botol pemeriksaan, tergantung macam pemeriksaan

5)      Bengkok

6) Hand scoon

7)      Perlak dan pengalas

 

C. Prosedur Kerja

1)      Mendekatkan alat

2)      Memberi tahu klien dan menyampaikan tujuan serta langkah prosedur

3)      Memasang perlak dan pengalas

4)      Memasang hand scoon

5)      Mempersiapkan bagian yang akan ditusuk, tergantung jenis pemeriksaan

6)      Kulit di hapushamakan dengan kapas alkohol

7)      Lakukan penusukan pada daerah yang telah dipilih

8)      Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol

9)      Merapikan alat

10)  Melepaskan hand scoon

 

Hindari hemolisis saat pengambilan darah dengan memberi cairan sitrat pada tabung.

 

 

Macam–macam pemeriksaan menggunakan spesimen darah

  1. Serum glutamik piruvik transaminase ( SGPT )

Di lakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hepatoseluler  jumlah darah yang di ambil sekitar 5-10 ml dari vena.

  1. Albumin

Mendeteksi kemampuan albumin yang disentesis oleh hepar seperti pada kasus sirosis, luka bakar, gangguan ginjal, atau kehilangan protein dalam jumlah banyak, jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari vena.

  1. Golongan Darah

Dilakukan untuk mendeteksi golongan darah yang terdiri dari golongan darah A, B, AB, dan O. Bahan yang diperlukan : darah, reagen anti A, B, dan AB.

  1. Asam urat

Mendeteksi penyakit ginjal, anemia, asam folat, luka bakar dan kehamilan, peningkatan pada asam urat dapat di indikasikan penyakit seperti leukimia, kanker, eklampsia berat, gagal ginjal, malnutrisi, jumlah darah yang di ambil 5-7 ml dari vena.

  1. Bilirubin ( total, direct, dan indirect )

Mendeteksi kadar bilirubin, pada bilirubin direct mendeteksi adanya ikterik obstruktif, hepatitis dan sirosis sedangkan bilirubin indirect mendeteksi adanya anemia, malaria dan lain-lain, jumlah darah yang diambil 5-10 ml dari darah vena.

  1. Estrogen

Mendeteksi disfungsi ovarium, gejala menopause, serta stress pisikogenik, peningkatan pola estrogen dapat mengindekasi adanya tumor ovarium atau kehamilan, jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari darah vena.

  1. Gas darah arteri

Mendeteksi keseimbangan asam dan basa yang disebabkan oleh gangguan respiratorik atau dengan metabolik. Jumlah darah yang diambil sekitar 1 ml dari estrogen.

  1. Gula darah puasa

Ø      Inspeksi

Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklikemik, jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10ml dari vena.

  1. Gula darah postprandal

Ø      Inspeksi

Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklimemik, pemeriksaan dilakukan setelah makan. Jumlah darah yang di perlukan sekitar 5-10 ml dari vena, 2 jam setelah makan pagi atau siang.

  1. Human Chorionic Gonadotropi ( HCG )

Ø      Inspeksi

Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta, jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena.

  1. Hematokrik

Ø      Inspeksi

Mendeteksi adanya anemia, kehilangan darah, ginjal kronik serta  defisiensi vit B, peningkatan hematokrik adanya dehidrasi, asidosis, trauma dan lain-lain, jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena.

  1. Hemoglobin ( Hb )

Mendeteksi adanya anemia dan penyakit ginjal, peningkatan Hb. Mengindikasikan adanya dehidrasi, PPOK dan CHF dan lain-lain. Jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena.

  1. Trombosit

Mendeteksi adanya trombositopenia yang berhubungan dengan perdarahan dan trombositosis menyebabkan penigkatan pembekuan jumlah darah yang diambil sekitar 5 ml dari vena.

  1. Partlal Tromboplastin Time ( PPT )

Mendeteksi variasi trombosit, monitor terapi heparia defesiensi faktor pembekuan, jalan darah yang diperlukan sekitar 7-10 ml dari vena, pengambilan 1 jam sebelum pemberian dosis heparin.

  1. Pemeriksaan lainnya yang menggunakan spesimen darah antara lain kadar elektrolit dalam darah, masa protombin, progesteron, prolaktin, serum krolaktin, kortisol, kolesterol, dan lain-lain.

 

2. Pemeriksaan Urine

A. Kegunaan

1. Menafsirkan proses-proses metabolisme

2. Mengetahui kadar gula pada tiap-tiap waktu makan ( padapasien DM )

 

B. Jenis Pemeriksaan

1. Urin Sewaktu

Dikeluarkan sewaktu-waktu bilamana diperlukan pemeriksaan.

2. Urin Pagi

Dikeluarkan sewaktu pasien bangun tidur.

3. Urin Pasca Prandial

Dikeluarkan setelah pasien makan (1,5 – 3 jam sesudah makan).

4.urin 24 jam

Urin yang dikumpul dalam waktu 24 jam.

 

C. Persiapan Alat.

1. Formulir khusus untuk pemeriksaan urin

2. Wadahi urin dengan tutupnya

3. Hand scoon

4. Kertas etiket

5. Bengkok

6. Buku ekspedisi untuk pemeriksaan laboratorium.

Beberapa pemeriksaan menggunakan spesimen urin

1. Asam Urat

Mendeteksi penyakit ginjal, eklampsia, keracunan timah hitam, leukimia dengan diet tinggi purin, ulseratif kolitis dan lain-lain, urin yang dibutuhkan tampungan urin 24 jam.

 

2. Bilirubin

Mendeteksi penyakit obstruktif saluran empedu, hepar, kanker hepar., urine yang dibutukan sekitar 5 tetes.

3. Human Chorionic Gonatropin

Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta, dalam pengambilan urine dianjurkan klien untuk puasa cairan 8-12 jam, urine 24 jam yang diperlukan sekitar 60 ml.

 

4. Pemeriksaan lainnya yang mengunakan spesimen urine

Ø      Urobilinogen menentukan kerusakan hepar, hemolisis, dan infeksi berat.

Ø      Urinealisis menentukan berat jenis kadar glukosa, keton,dll.

Ø      Kadar protein menentukan kadar kerusakan glomerulus

Ø      Pregnadion menentukan adanya gangguan dalam menstruasi dan penilai adanya ovulasi.

 

3. Pemeriksaan Faeces

A. Pengertian

Menyiapkan faeses untuk pemeriksaan laboratorium dengan cara pengambilan yang tertentu.

 

B. Tujuan

Untuk menegakan diagnosa dengan cara mendeteksi adanya kuman Salmonella, Shigella, Scherichia Coli, Staphylococcus.

 

C. Pemeriksaan Faeces (Tinja) untuk Pasien yang Dewasa

Untuk pemeriksaan lengkap meliputi warna, bau, konsistensi, lendir, darah, dan telur cacing. Tinja yang diambil adalah tinja segar.

 

D. Persiapan alat

1. Hand scoon bersih

2. Vasseline

3. Botol bersih dengan tutup

4. Lidi dengan kapas lembab dalam tempatnya

5. Bengkok

6. Perlak pengalas

7. Tissue

8. Tempat bahan pemeriksaan

9. Sampiran

 

E. Prosedur Tindakan

1. Mendekatkan alat

2. Memberi tahu pasien

3. Mencuci tangan

4. Memasang perlak pengalas dan sampiran

5. Melepas pakaian bawah pasien

6. Mengatur posisi dorsal recumbent

7. Memakai Hand scoon

8. Telunjuk diberi vaselin lalu dimasukkan kedalam anus dengan arah ke atas kemudian diputar ke kiri dan ke kanan sampai teraba tinja

9. Setelah dapat, dikeluarkan perlahan-lahan lalu dimasukkan kedalam tempatnya

10. Anus dibersihkan dengan kapas lembab dan keringkan dengan tissue

11. Melepas hand scoon

12. Merapikan pasien

13. Mencuci tangan. Untuk pemeriksaan kultur (pembiakan) pengambilan tinja dengan cara steril. Caranya sama dengan cara thoucer, tetapi alat-alat yang digunakan dalam keadaan steril.

 

4. Pengambilan Sputum

A. Pengertian

Sputum adalah bahan yang keluar dari bronchi atau trakea, bukan ludah atau lendir yang keluar dari mulut, hidung atau tenggorokan.

 

B. Tujuan

Mengetahui basil tahan asam dan mikroorganisme yang ada dalam tubuh pasien sehingga diagnosa dapat ditentukan.

 

C. Indikasi

Pasien yang mengalami infeksi atau peradangan saluran pernafasan (apabila diperlukan).

 

D. Persiapan Alat

1. Sputum pot (tempat ludah) yang bertutup

2. Botol bersih dengan penutup

3. Hand scoon

4. Formulir dan etiket

5. Perlak pengalas

6. Bengkok dan tissue

 

E. Prosedur Tindakan

1. Menyiapkan alat

2. Memberitahu pasien

3. Mencuci tangan

4. Mengatur posisi duduk

5. Memasang perlak pengalas dibawah dagu dan menyiapkan bengkok

6. Memakai hand scoon

7. Meminta pasien membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang sudah disiapkan (sputum pot)

8. Mengambil 5 cc bahan., lalu masukkan ke dalam botol

9. Membersihkan mulut pasien

10. Merapikan pasien dan alat

11. Melepas hand scoon

12. Mencuci tangan

5. Pengambilan spesimen cairan vagina (pap smear)

Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek pemberian hormon seks, serta respon terhadap kemoterapi dan radiasi.

 

A. Persiapan Pengambilan Spesimen Cairan Vagina

 

1. Alat dan Bahan

 

a.  Kapas lidi steril atau aose

b. Gelas obyek

c.  Bengkok

d. Sarung tangan

e.  Spekulum

f.   Kain kassa, kapas sublimat

g.  Perlak

B. Prosedur Pelaksanaan

1.      Memberitahu dan menjelas kan kepada pasien  tindakan yang akan dilakukan

2.      Menyiapkan alat dan bahan membawa ke dekat  pasien

3.      Memasang sampiran

4.      Membuka atau menganjurkan pasien  menanggalkan pakaian bawah (tetap jaga privacy pasien)

5.      Memasang pengalas dibawah bokong pasien

6.      Mengatur posisi pasien  dengan kaki ditekuk (dorsal recumbent)

7.      Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan dengan handuk bersih

8.      Memakai sarung tangan

9.      Buka labia mayora dengan ibu jari  dan jari telunjuk tangan yang tidak dominan

10.  Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang dominan sesuai kebutuhan

11.  Menghapuskan sekret vagina pada gelas obyek yang disediakan

12.  Membuang kapas  lidi dalam bengkok

13.  Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau  ke dalam tabung kimia dan ditutup

14.  Memberi label dan mengisi formulir  pengiriman  spesimen  untuk dikirim  ke laboratorium

15.  Membereskan alat

16.  Melepas sarung tangan

17.  Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mengeringkannya dengan handuk  bersih

18.  Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1. KESIMPULAN

Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing), darah, sputum (dahak), atau sample dari hasil biopsy. (www.dokter.indo.net.id).

 

Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu:

1.   Pra intrumentasi              : sebelum pemeriksaan

2.   Instrumentasi            : saat pemeriksaan (analisa)

3.   Pasca instrumentasi         : saat menulis hasil pemeriksaan

 

Banyak sekali tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut.

1. Mendeteksi penyakit
2. Menentukan risiko
3. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis

4. Konfirmasi pasti diagnosis

5. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis

6. Membantu pemantauan pengobatan

7. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit

8. Memantau perkembangan penyakit

9. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai dan potensial membahayakan

10. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit

Setiap pemeriksaan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium harus dilakukan persiapan, prosedur, dan analisa yang tepat dan akurat.

 

3.2. SARAN

Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua, amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ambarwati, Eny Retna, dkk. 2009. KDPK Kebidanan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Nuha Medika

 

Eko, Nurul, dkk. 2010. KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Klinik) Kebidanan.Yogyakarta: Pustaka Rihamna

 

Kusmiyati, Yuni. 2008. Penuntun Belajar Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya

 

Uliyah, Musrifatul, dkk. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

 

 

http://www.google.com

http://www.dokter.indo.net.id
http://www.prodia.co.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KONTRIBUSI  MAKALAH

 

Kontribusi dalam makalah ini antara lain dapat dirincikan sebagai berikut.

  • Nur Hidayah: Browsing internet, Formating Documents, Pengetikan Materi, Dana
  • Irin Rizky Amalia: Pengetikan Materi, Dana
  • Lili Agustian: Pengetikan Materi, Dana
  • Nindra Wahana: Pengetikan Materi, Dana
  • Riska Ermawati: Pengetikan Materi, Dana
  • Maya Marisa: Pengetikan Materi, Dana
  • Resti Anggraini: Pengetikan Materi, Dana
  • Marcellia Eka Putri: Pengetikan Materi, Dana
  • Mutiara Sakina: Pengetikan Materi, Dana
  • Sri Harianti: Pengetikan Materi, Dana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in Uncategorized

 

manfaat paradigma dikaitkan askeb

Ditujukan Untuk Memenuhi Sebagian Tugas dari Mata Kuliah Konsep Kebidanan

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK I (Satu)
KETUA : Nur Hidayah (2110065)
ANGGOTA : 1. Fitria (2110033)
Fitra Fitriyanti (2110031)
Lili Agustian (2110045)
Marcellia Eka Putri (2110049)
Mutiara Sakina (2110057)
Arie Sulistya Widowati (2110005)
Amilia Sari (2110003)
Ria Utami (2110073)
TINGKAT : I A

DOSEN: Rhipiduri Rivanica,S.SiT

AKADEMI KEBIDANAN ‘AISYIYAH PALEMBANG
ANGKATAN VIII
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “MANFAAT PARADIGMA DIKAITKAN DENGAN ASUHAN KEBIDANAN”. Tujuan penulisan makalah ini selain untuk pemenuhan tugas Konsep Kebidanan juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepada pembaca. Makalah ini berisi beberapa penjelasan tentang keterkaitan paradigma dan asuhan kebidanan dalam hal manfaat yang penulis harapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca .
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Rhipiduri Rivanica,S.SiT, selaku Direktur Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Palembang sekaligus sebagai dosen mata kuliah Konsep Kebidanan
2. Kedua Orang Tua tercinta yang telah memberikan dukungan moril dan materil
serta nasihat yang bermanfaat sehingga penulis selalu ingin berusaha dan tidak mudah menyerah.
3. Teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sebagai perbaikan untuk menyusun makalah yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat, amin.
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
Palembang, 10 Oktober 2010
2 Djulkaidah 1431 H

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan Penulisan 1

BAB II TINJAUAN TEORI 2

A. Pengertian Paradigma 2

B. Pengertian Asuhan Kebidanan 2

C. Manfaat Paradigma Dikaitkan dengan Asuhan Kebidanan. 3

BAB III PENUTUP 5

A. Kesimpulan 5

B. Saran 6

DAFTAR PUSTAKA 7

SESI TANYA JAWAB 8

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam konsep kebidanan kita mengenal adanya istilah paradigma dan asuhan kebidanan. Sebagaimana kita tahu paradigma berasal dari bahasa Latin/Yunani, yang berarti model/pola. Paradigma juga berarti pandangan hidup, pandangan suatu disiplin ilmu/profesi. Sedangkan istilah asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klien yang memiliki kebutuhan dan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga, kesehatan reproduksi ,dan pelayanan kesehatan masyarakat). Dalam penjelasannya paradigma dan asuhan kebidanan memiliki keterkaitan atau timbal balik.
Dalam konsep kebidanan, paradigma dan asuhan kebidanan memiliki peran yang berkaitan. Namun masih banyak sebagian orang yang belum mengetahui keterkaitan keduanya. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai keterkaitan keduanya yakni manfaat paradigma dikaitkan asuhan kebidanan. Diharapkan makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua, amin.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
• Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari makalah ini adalah menambah pengetahuan tentang “MANFAAT PARADIGMA DIKAITKAN ASUHAN KEBIDANAN”.
• Tujuan Umum
1. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Konsep Kebidanan,
2. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Paradigma
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3, paradigma adalah kerangka berpikir. Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberi pelayanan. Keberhasilan pelayanan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan atau hubungan timbal balik antara manusia/wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan.
(Suryani Soepardan, 2008; 27)
Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan. (Mustika Syofyan, et al, 2004; 18)
Paradigma berasal dari bahasa Latin/Yunani, paradigma yang berarti model/pola. Paradigma juga berarti pandangan hidup, pandangan suatu disiplin ilmu/profesi. Kebidanan dalam bekerja memberi pelayanan profesi berpegang pada paradigma berupa pandangan terhadap manusia/perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan. (Atik Purwandari, 2008; 48)
Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap suatu objek. Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Paradigma atau cara pandang seseorang terhadap objek berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan suatu tindakan. Begitu juga dalam kebidanan, paradigma seorang bidan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dan tindakan seorang bidan. Paradigma kebidanan sangat penting untuk diketahui agar para bidan mempunyai pandangan yang sama terhadap individu dan lingkungan yang akan dihadapinya. (http://ifamidwife.wordpress.com, 2007; page 4)
B. Pengertian Asuhan Kebidanan
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klien yang memiliki kebutuhan dan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga, kesehatan reproduksi, dan pelayanan kesehatan masyarakat).
(Suryani Soepardan, 2008; 5)
Asuhan kebidanan adalah fungsi dan kegiatan yang tanggung jawab bidan dalam memberi pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu di masa hamil, persalinan, nifas, bayi setelah lahir, serta keluarga berencana.(Atik Purwandari, 2008; 7)

C. Manfaat Paradigma Dikaitkan dengan Asuhan Kebidanan
Dengan paradigma kebidanan maka asuhan yang diberikan bidan harus berdasarkan pemikiran kritis, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dengan ukuran rasional untuk menghindari intervensi yang tidak perlu sehingga praktik kebidanan harus berdasarkan bukti (evidence based).
Salah satu manifestasi dari evidence based dalam Asuhan Sayang Ibu (ASI) selama persalinan termasuk antara lain:
1. Memberikan dukungan emosional
2. Membantu pengaturan posisi
3. Memberikan cairan dan nutrisi
4. Memperbolehkan ke kamar mandi secara teratur
5. Pencegahan terjadinya infeksi (Susanti, dkk, 2009; 55)
Asuhan Kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu pada masa hamil, masa bersalin, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana. Paradigma kebidanan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan antara lain :
a. Manfaat Bagi Bidan
• Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
• Membantu bidan dalam memahami masalah dan kebutuhan klien
• Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan yang berkualitas sesuai dengan kondisi klien.
b. Manfaat Bagi Pasien
• Membantu klien untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
• Membantu klien dalam meningkatkan kemampuan berperan serta sebagai individu yang bertanggungjawab atas kesehatannya
• Meningkatkan perilaku positif klien yang akan meningkatkan kesehatan ibu dan anak (http://ifamidwife.wordpress.com. 2007; page 4)

Manfaat paradigma dikaitkan dengan asuhan kebidanan
A. Orang/individu/manusia adalah fokus paradigma.
B. Orang/manusia harus bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri.
C. Manusia berinteraksi dengan lingkungan/masyarakat.
D. Lingkungan /masyarakat dapat mempengaruhi kesehatan.
E. Bidan sebagai manusia harus memiliki ilmu pengetahuan untuk mengetahui bagaimana diri sendiri.
F. Dengan mengetahui bagaimana diri sendiri diharapkan bidan dapat memahami orang lain/manusia lain, sehingga bidan harus bersikap objektif dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada wanita-wanita.
G. Sifat-sifat manusia harus diperhatikan, keterbukaan dan kesabaran antara hubungan bidan dan wanita sangat dibutuhkan.
H. Interaksi antara bidan dan pasien mendorong keterbukaan hubungan bidan dengan wanita.
I. Bidan–pasien saling membutuhkan.
J. Bidan harus menganggap pekerjaan sebagai suatu hal yang menarik, menumbuhkan ketertarikan dalam aspek kesehatan, contohnya saja dalam interaksi bidan–pasien dan dalam bekerja dengan teman-teman dan tim kesehatan lain. (http://bidanshop.blogspot.com. 2010; page 5)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa paradigma kebidanan adalah pandangan seorang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada klien sedangkan asuhan kebidanan adalah penerapan, fungsi, kegiatan, serta tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada klien.
Adapun manfaat paradigma dikaitkan dengan asuhan kebidanan adalah sebagai berikut.
a. Manfaat Bagi Bidan
• Membantu bidan dalam memahami masalah dan kebutuhan klien
• Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
• Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan yang berkualitas sesuai dengan kondisi klien
b. Manfaat Bagi Pasien
• Membantu klien untuk mendapatkan rasa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
• Membantu klien dalam meningkatkan kemampuan berperan serta sebagai individu yang bertanggungjawab atas kesehatannya
• Meningkatkan perilaku positif klien yang akan meningkatkan kesehatan ibu dan anak

B. Saran
Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Adapun saran yang dapat diberikan:
A. Bagi mahasiswa
Sebagai mahasiswa diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan lebih memahami materi “MANFAAT PARADIGMA DIKAITKAN ASUHAN KEBIDANAN” dan sebaiknya mahasiswa lebih banyak mencari referensi pelengkap sehingga menjadi lebih paham akan materi tersebut.

B. Bagi Dosen
Diharapkan dosen dapat lebih memberikan penjelasan detail kepada mahasiswa sehingga mahasiswa lebih terbantu dalam memahami materi “MANFAAT PARADIGMA DIKAITKAN ASUHAN KEBIDANAN”.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in Uncategorized

 

arti ibu bagi ku

Untuk Ibuku Tersayang
Engkau adalah sesosok manusia yang terlahir sangat mulia bagiku .Karena adanya dirimu ,aku dapat mengerti tentang arti kasih sayang yang tulus yang telah engkau ditorehkan dalam lembaran perjalananku yang sangat tidak bisa aku bayangkan .Ibu selalu mengajari aku sesuatu yang baru ,dan selalu menemani setiap jejak langkahku .
Semenjak dalam rahim dan sampai sekarang ini aku telah mengenal sosok yang amat aku cintai ,sayangi,dan begitu aku kagumi yaitu ibu yang telah melahirkanku ,merawatku dan membimbingku hingga aku dewasa.Tak pernah bosan aku membayangkan , mengagumi dan berusaha mencontoh kesabaranmu dalam menjalani kehidupan hingga sampai saat ini .
Arti dirimu ibu,bukan semata-mata hanya orang yang melahirkanku ke dunia tetapi engkau adalah orang yang teladan dalam setiap perilaku,penuh kasih sayang ,yang pantas tuk dihormati dan dijunjung tinggi kedudukannya .Ibu mengajarkan aku akan kejujuran ,selalu membimbingku dengan kasih sayangmu yang tak pernah putus , dan engkau memberikanku keberanian dalam menjalani hidup ini .Jasamu ibu ,sungguh tidak bisa aku balas dengan apapun karena perjuanganmu yang telah sabar dan tulus membesarkanku .
Waktu aku kecil ,engkau selalu menjaga dan menuntunku ketika berjalan .Ketika aku terjatuh ,tiada tempat aku mengadu dan menagis kecuali dirimu .Dan ketika aku sakit ,engkau selalu merawat dan menjagaku .Tak ada yang setulus cintamu dan tak ada yang setulus pelukmu ,ibu.
Cinta ibu akan selalu ada dalam lubuk hatiku .Ibu selalu memberikan cinta dan kasihnya yang begitu tulus tanpa mengharap apapun .Dari aku kecil sampai aku dewasa ,tak pernah ada kata mengeluh sedikitpun dalam pikiranmu ,engkau terus berjuang ,mendidik,dan mengasihiku . Setiap waktu dan setiap saat engkau selalu menuang kasih sayang dan ketulusan. Sesungguhnya kasih sayangmu telah merasuki jiwa dan terus menemani setiap gerak derap langkah dan perjalanan hidupku . Tak ada yang bisa menggantikan hatimu ibu.
Tulus cintamu takkan pernah pudar oleh apapun .Kasih sayangmu akan selalu ada dalam hatiku yang terdalam .Takkan pernah bisa pudar ketulusan dan kebaikanmu itu,sebab aku selalu meyayangimu ,dan tidak ada yang bisa menggantikan posisimu karena dirimu akan selalu ada dalam lubuk hatiku .Cintamu akan selalu tetap ada dan hidup abadi dalam hatiku selamanya dan akupun tak akan pernah melupakan semua yang indah bersamamu .
Engkau selalu berjuang tanpa letih ,hanya demi kebahagiaan dan kesuksesanku ,ibu selalu bekerja mencari rupiah demi rupiah tanpa lelah untukku .Ibu selalu tahu apa yang ada dalam diriku .Kita selalu berbagi cerita ,canda ,tawa dalam suka dan duka .Jika aku terbaring sakit ,ibu selalu memberikan perhatian dan merawatku dengan tulus dan selalu sabar walau dalam keadaan susah .
Tak sedikit pula engkau berdo’a dan tak sedikit pula engkau mencucurkan air mata dan keringat untuk mencari rezeki di tengah hiruk pikuk kesusahan yang dihadapi saat ini .Kadang pula aku sering melihat air mata yang begitu suci itu jatuh membasahi pipimu.Ibu selalu mengadu,dan berdo’a pada Yang Maha Kuasa agar aku bisa sukses dan bisa membahagiakan keluarga dan ia tak lupa untuk tetap bersyukur dengan apa yang telah diberikan-Nya saat ini,walaupun keadaan kami yang kini serba kekurangan . Tiada henti do’a mu ,selalu mengalir dan tetap memberi meski kadang engkau menagis ‘tuk jaga setiap khilafku . Aku percaya dan yakin pada hatiku bahwa kekuatan doa dan kasih sayangmu padaku akan selalu membukakan sebentang harapan dan kebahagiaan bagiku .
Hatimu bagaikan malaikat yang senantiasa menjagaku dan ketika aku berbuat salah ,engkau selau menasehati dan memaafkanku dan saat aku merasa sepi engkau selalu menyapa dan selalu mendengarkan curhat sedih dan bahagiaku .Aku tak tahu dengan apa dan sikap bagaimanakah aku harus membalas semua yang telah terpaku dan terpatri kuat dalam jiwa serta tubuhku.Memang sungguh “kasih ibu sepanjang masa”,itulah adanya …!.Ibu memberikan cinta dan kasih sayang itu tulus dari dalam diri dan jiwamu hanya untuk kebahagiaan dan cinta pada anakmu ini .Aku berjanji padamu akan selalu menjaga dan merawat ibu dengan sepenuh jiwaku sebagaimana engkau merawatku dari lahir sampai aku bisa seperti ini ,aku berjanji akan selalu membanggakan dirimu . Cinta dan kasih sayangmu yang begitu tulus takkan pernah bisa aku balas dengan cinta dan kasih sayang yang setimpal.Aku hanya bisa berbakti,dan berusaha untuk membuatmu bangga .Cintamu adalah cinta yang abadi dan mulia yang takkan lekang oleh waktu. Aku akan berusaha menjadi apa yang selalu engkau inginkan . Ibu tetaplah menjadi pelita hatiku dan janganlah terhenti do’amu yang mengalir itu .Semoga do’amu akan selalu menaungi setiap langkahku .
“Mom,I am can’t be something if you don’t supporting me…..”
“I Love You ,Mom…..”
Salam Sayang Selalu,

Anakmu

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 20, 2011 in Uncategorized